Eksterior

Macam-Macam Bentuk Atap: Dari Klasik hingga Modern

Macam-Macam Bentuk Atap

Macam-Macam Bentuk Atap – Atap adalah elemen penting dalam desain arsitektur sebuah bangunan. Selain melindungi bangunan dari cuaca eksternal, bentuk atap juga memberikan karakteristik dan keunikan pada rumah atau gedung.

Artikel ini akan menjelajahi berbagai macam bentuk atap yang digunakan dalam desain bangunan, mulai dari yang klasik hingga yang modern.

Dari atap datar hingga tajuk gantung, mari kita pelajari lebih dalam tentang bagaimana bentuk atap memengaruhi tampilan dan fungsionalitas bangunan.

Macam-Macam Bentuk Atap: Dari Klasik hingga Modern

  1. Atap Datar

Atap datar adalah salah satu bentuk atap yang paling sederhana dan minimalis. Atap datar umumnya memiliki kemiringan yang sangat rendah atau bahkan sama sekali datar.

Ini adalah pilihan umum untuk bangunan komersial modern, seperti perkantoran, toko, dan gedung apartemen. Kelebihan atap datar termasuk kemudahan konstruksi dan potensi untuk digunakan sebagai ruang eksternal, seperti taman atap.

  1. Atap Dua Air

Atap dua air adalah salah satu bentuk atap yang paling umum ditemui. Ini adalah atap dengan dua sisi miring yang bertemu di tengah untuk membentuk puncak.

Atap dua air cocok untuk hampir semua jenis bangunan, dari rumah tinggal hingga bangunan komersial. Kelebihan atap ini termasuk drainase yang baik dan kemampuan untuk menahan beban salju dan hujan yang berat.

  1. Atap Tiga Air (Hip Roof)

Atap tiga air atau hip roof memiliki empat sisi yang cenderung miring ke bawah menuju tepi bangunan. Ini adalah bentuk atap yang sangat stabil dan tahan terhadap angin.

Rumah dengan atap tiga air sering memiliki penampilan yang lebih tradisional. Atap ini umumnya digunakan untuk rumah-rumah tinggal, terutama di daerah dengan cuaca ekstrem.

  1. Atap Empat Air (Gable Roof)

Atap empat air atau gable roof adalah bentuk atap yang paling umum untuk rumah-rumah tinggal. Ini terdiri dari dua sisi miring yang bertemu di puncak dan dua sisi vertikal yang membentuk dinding belakang bangunan.

Atap empat air memberikan banyak ruang di dalam rumah dan meningkatkan sirkulasi udara. Ini juga mudah untuk dipasang dan dirawat.

  1. Atap Mansard

Atap mansard adalah bentuk atap yang sering digunakan pada bangunan gaya Eropa klasik. Ini memiliki dua tingkat kemiringan, dengan tingkat yang lebih curam di bagian bawah dan lebih landai di bagian atas.

Atap mansard memberikan ruang atap tambahan yang dapat digunakan sebagai ruang tamu atau kamar tidur tambahan. Ini menciptakan desain yang indah dan unik, tetapi bisa menjadi lebih mahal untuk dibangun.

  1. Atap Jerami

Atap jerami adalah bentuk atap yang umumnya terbuat dari jerami atau bahan alami lainnya. Ini adalah bentuk atap yang sering ditemukan di pedesaan dan bangunan tradisional. Meskipun kurang umum dalam bangunan modern, atap jerami memiliki daya tarik estetika yang khas.

  1. Atap Tumpul (Flat Roof)
Baca Juga:  Model Hunian Minimalis: Kehidupan Sederhana yang Elegan

Atap tumpul adalah bentuk atap yang mirip dengan atap datar, tetapi dengan kemiringan yang sedikit lebih curam. Ini adalah pilihan umum untuk bangunan komersial dan apartemen. Kelebihan atap tumpul termasuk kemampuan untuk memasang sistem pendingin atau taman atap yang lebih besar.

  1. Atap Pelana (Saltbox Roof)

Atap pelana adalah bentuk atap yang mirip dengan atap dua air, tetapi memiliki sisi yang lebih panjang dan lebih miring. Ini adalah bentuk atap yang sering ditemukan pada rumah-rumah kolonial Amerika dan memberikan tampilan yang unik dan indah.

  1. Atap Datu (Gambrel Roof)

Atap datu adalah bentuk atap yang sering digunakan pada bangunan bergaya kolonial Belanda. Ini memiliki dua tingkat kemiringan, dengan tingkat yang lebih curam di bagian bawah dan lebih landai di bagian atas. Atap datu menciptakan tampilan yang indah dan memberikan lebih banyak ruang di dalam bangunan.

  1. Atap Gantung (Hipped Roof)

Atap gantung adalah bentuk atap yang terdiri dari empat sisi miring yang bertemu di puncak. Ini adalah bentuk atap yang sering digunakan pada bangunan bersejarah, seperti rumah-rumah pedesaan dan bangunan kuno. Atap gantung memberikan tampilan yang indah dan memberikan banyak ruang di dalam bangunan.

  1. Atap Kubus (Cube Roof)

Atap kubus adalah bentuk atap yang sangat modern dan minimalis. Ini adalah atap datar dengan tepi yang ditinggikan untuk membentuk kubus. Atap kubus memberikan penampilan yang kontemporer dan sering digunakan pada bangunan-bangunan modern.

  1. Atap Kerucut (Conical Roof)

Atap kerucut adalah bentuk atap yang terdiri dari dinding melengkung yang bertemu di puncak untuk membentuk kerucut. Ini adalah bentuk atap yang sering digunakan pada menara dan bangunan klasik.

  1. Atap Kubah (Dome Roof)

Atap kubah adalah bentuk atap yang berbentuk kubah. Ini adalah atap yang sering digunakan pada bangunan bersejarah dan gereja. Atap kubah memberikan tampilan yang megah dan monumental.

  1. Atap Kaca (Glass Roof)

Atap kaca adalah bentuk atap yang terbuat dari bahan kaca atau bahan transparan lainnya. Ini memberikan tampilan yang modern dan memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam bangunan. Atap kaca sering digunakan pada serre (rumah kaca) atau bangunan bergaya kontemporer.

  1. Atap Bangunan Bergaya Tropis (Thatch Roof)

Atap genteng atau atap rumbia adalah bentuk atap yang terbuat dari bahan alami, seperti daun rumbia atau jerami. Ini adalah atap yang sering digunakan pada bangunan bergaya tropis atau bangunan tradisional. Atap ini memberikan tampilan yang eksotis dan ramah lingkungan.

  1. Atap Terbuka (Open Gable Roof)

Atap terbuka adalah bentuk atap yang terbuka di salah satu sisi atau kedua sisinya. Ini menciptakan tampilan yang terbuka dan memungkinkan sirkulasi udara yang baik. Atap terbuka sering digunakan pada bangunan kolonial atau rumah-rumah pedesaan.

  1. Atap Tiga Sisi (M-shaped Roof)
Baca Juga:  Bentuk Atap Rumah Sederhana Minimalis

Atap tiga sisi adalah bentuk atap yang terdiri dari tiga sisi miring yang bertemu di tengah untuk membentuk puncak. Ini memberikan tampilan yang unik dan elegan. Atap tiga sisi sering digunakan pada bangunan bergaya kolonial atau bangunan bersejarah.

  1. Atap Belah Ketupat (Diamond-shaped Roof)

Atap belah ketupat adalah bentuk atap yang terdiri dari empat sisi yang bertemu di puncak untuk membentuk belah ketupat. Ini adalah bentuk atap yang sering digunakan pada bangunan tradisional Asia Tenggara. Atap belah ketupat memberikan tampilan yang indah dan khas.

  1. Atap Kerucut Terbalik (Inverted Cone Roof)

Atap kerucut terbalik adalah bentuk atap yang terbalik, dengan dinding yang miring ke atas. Ini memberikan tampilan yang unik dan kontemporer. Atap kerucut terbalik sering digunakan pada bangunan modern dan bergaya.

  1. Atap Resin (Resin Roof)

Atap resin adalah bentuk atap yang terbuat dari bahan resin atau fiberglass yang transparan. Ini memberikan tampilan yang modern dan memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam bangunan. Atap resin sering digunakan pada serre atau bangunan bersejarah.

  1. Atap Menara (Tower Roof)

Atap menara adalah bentuk atap yang sering digunakan pada menara dan bangunan bersejarah. Ini adalah atap yang tinggi dan megah, menciptakan tampilan monumental.

  1. Atap Sudut (Pyramid Roof)

Atap sudut adalah bentuk atap yang terdiri dari empat sisi yang bertemu di puncak untuk membentuk piramida. Ini memberikan tampilan yang indah dan klasik. Atap sudut sering digunakan pada bangunan bersejarah dan gereja.

  1. Atap Berbentuk Hati (Heart-shaped Roof)

Atap berbentuk hati adalah bentuk atap yang berbentuk hati. Ini memberikan tampilan yang unik dan romantis. Atap berbentuk hati sering digunakan pada rumah-rumah pedesaan atau bangunan bergaya kontemporer.

  1. Atap Bertingkat (Multi-tiered Roof)

Atap bertingkat adalah bentuk atap yang terdiri dari beberapa tingkat atap yang bertumpuk satu di atas yang lain. Ini memberikan tampilan yang indah dan megah. Atap bertingkat sering digunakan pada bangunan bersejarah dan istana.

  1. Atap Katedral (Cathedral Roof)

Atap katedral adalah bentuk atap yang sering digunakan pada bangunan bergaya katedral atau gereja. Ini adalah atap yang tinggi dan megah, menciptakan tampilan yang monumental.

  1. Atap Bungalo (Bungalow Roof)

Atap bungalo adalah bentuk atap yang sering digunakan pada rumah-rumah bungalo. Ini adalah atap yang lebih datar dengan kemiringan yang ringan. Atap bungalo memberikan tampilan yang indah dan sederhana.

  1. Atap Go Green

Atap hijau adalah bentuk atap yang ditanami dengan tanaman hidup atau taman. Ini adalah bentuk atap yang ramah lingkungan dan memungkinkan isolasi termal yang baik. Atap hijau sering digunakan pada bangunan komersial modern dan rumah-rumah yang peduli lingkungan.

  1. Atap Kincir Angin (Windmill Roof)

Atap kincir angin adalah bentuk atap yang terinspirasi oleh kincir angin. Ini adalah atap yang unik dan menciptakan tampilan yang kontemporer. Atap kincir angin sering digunakan pada bangunan bergaya modern.

  1. Atap Timbul (Dormer Roof)
Baca Juga:  Inspirasi Desain Rumah Tingkat yang Modern dan Mewah!

Atap timbul adalah bentuk atap yang memiliki jendela yang menonjol dari atap. Ini adalah bentuk atap yang sering digunakan pada rumah-rumah tinggal untuk memberikan pencahayaan tambahan di dalam rumah.

  1. Atap Melengkung (Curved Roof)

Atap melengkung adalah bentuk atap yang melengkung di satu atau lebih sisi. Ini adalah atap yang unik dan menciptakan tampilan yang kontemporer. Atap melengkung sering digunakan pada bangunan modern dan berarsitektur khusus.

  1. Atap Segitiga (Triangular Roof)

Atap segitiga adalah bentuk atap yang terdiri dari tiga sisi yang bertemu di puncak untuk membentuk segitiga. Ini adalah atap yang sering digunakan pada bangunan modern dan berarsitektur minimalis.

  1. Atap Panjang (Long Roof)

Atap panjang adalah bentuk atap yang lebih panjang dan sempit daripada atap tradisional. Ini adalah atap yang sering digunakan pada bangunan komersial modern dan bangunan pabrik.

  1. Atap Tertutup Tanaman (Green Roof)

Atap tertutup tanaman adalah bentuk atap yang sepenuhnya ditutupi oleh tanaman hidup. Ini adalah bentuk atap yang ramah lingkungan dan memungkinkan isolasi termal yang baik. Atap tertutup tanaman sering digunakan pada bangunan komersial modern dan rumah-rumah yang peduli lingkungan.

  1. Atap Terbuka (Open Roof)

Atap terbuka adalah Macam-Macam Bentuk Atap yang tidak memiliki tutup atap dan hanya terdiri dari rangka atap. Ini menciptakan tampilan yang sangat minimalis dan kontemporer. Atap terbuka sering digunakan pada bangunan modern dan bangunan komersial.

  1. Atap Cokelat

Atap cokelat adalah Macam-Macam Bentuk Atap yang terbuat dari bahan cokelat atau bahan alami lainnya. Ini memberikan tampilan yang unik dan alami. Atap cokelat sering digunakan pada rumah-rumah pedesaan dan bangunan tradisional.

Macam-Macam bentuk Atap yang telah kita bahas di atas adalah hanya sebagian kecil dari beragam desain atap yang ada. Dalam dunia arsitektur, atap bukan hanya sebagai pelindung dari cuaca eksternal, tetapi juga sebagai elemen desain yang memberikan karakteristik dan keunikan pada bangunan.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan kreativitas desain, Macam-Macam Bentuk Atap terus berkembang dan berubah sejalan dengan kebutuhan dan preferensi pemilik bangunan.

Ketika Anda mempertimbangkan Macam-Macam Bentuk Atap untuk rumah atau bangunan Anda, penting untuk memikirkan faktor-faktor seperti iklim setempat, anggaran, gaya arsitektur, dan tujuan penggunaan bangunan. Setiap bentuk atap memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Memilih Macam-Macam Bentuk Atap yang sesuai dengan kebutuhan Anda dapat menghasilkan bangunan yang fungsional, estetis, dan ramah lingkungan.

Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dalam memahami berbagai Macam-Macam Bentuk Atap yang ada. Sebagai penutup, selamat merencanakan dan mendesain bangunan impian Anda dengan Macam-Macam Bentuk Atap yang sesuai dengan gaya dan kebutuhan Anda!

Copyright Milik CV. Dinasti Nawa Karya, Segala Tindak Pengambilan Aset Digital, Copy dan Paste Akan Kami Proses Secara Hukum.